Teknik Mengaktifkan Otak Kanan Manusia

Tahukah anda jika otak kita (kanan) mampu mendeteksi, kalau anda ragu kepadanya, ataukah anda percaya kepadanya. Jika anda meragukannya, maka dia pun tidak akan menunjukkan dirinya, tapi jika anda percaya kepadanya dengan keyakinan penuh, maka dia pun akan memperlihatkan siapa dirinya.

Tahukah anda jika kehebatan otak kanan ini sampai-sampai mantan Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, berinisiatif meluncurkan program penelitian untuk mempelajari otak manusia (Running tex Metro TV, 3 April 2013: pkl. 06:20). Tapi mengapa bangsa kita kurang tertarik untuk mengetahui dan menggunakannya?

Bagian Satu: Manusia adalah Mahluk Ciptaan Tuhan yang Paling Sempurna

Dalam Al-Qur’an difirmankan bahwa “Dan Sesungguhnya telah kami muliakan anak-anak adam, kami angkut mereka di daratan dan di lautan, kami beri mereka rezki dari yang baik-baik, dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan mahluk yang telah Kami ciptakan” (QS. Al Israa:70). Salah satu kelebihan yang sempurna itu adalah manusia diciptakan dengan bibit sperma yang unggul. 

Mengapa manusia tercipta dari bibit yang unggul? Karena sewaktu sperma ingin masuk ke dalam dinding sel telur seorang ibu, terdapat kurang lebih 2 juta yang bersaing memasuki dinding telur tersebut. Ini menandakan bahwa kita yang dilahirkan sekarang ialah pemenangnya. Hal yang dapat dipetik bahwa jangan menyepelekan diri sendiri, karena anda bukan dilahirkan dari bibit biasa, tapi bibit unggul atau sperma berkualitas tinggi. Dan masuk akal ketika anda menjadi orang yang sukses dan terkenal karena anda adalah bibit unggul.

Bagian Kedua; Rahasia Otak Manusia

Kebanyakan dari kita (manusia) tidak tertarik dalam mempelajari sesuatu, atau mengetahui sesuatu lebih banyak terhadap suatu ilmu, karena kita belum merasakan kehebatan otak. Kita tidak sadar bahwa kehebatan otak bisa melampaui apa yang kita pikirkan, padahal otak kita sangat cerdas dan mampu menjalankan perintah atau tugas yang begitu banyak dalam waktu bersamaan. Walapun seluruh informasi yang ada di dunia dimasukkan ke dalam otak manusia, otak tidak akan penuh, bahkan belum cukup separuhnya terisi. 

Saking besarnya kapasitas yang dimiliki otak manusia, sehingga jika digambarkan seolah-olah otak kita seperti alam semesta berukuran kecil. Ini adalah keajaiban luar biasa yang diberikan Allah SWT Yang Maha Perkasa kepada manusia. Berdasarkan hasil penelitian ahli syaraf ditemukan bahwa syaraf (otak kanan) hanya butuh 2-4 detik saja, dan cukup 5 kali setiap hari (dalam islam sejalan dengan shalat 5 waktu). Inilah sarana komunikasi yang dipasang Allah SWT di otak kanan manusia.

Bagian Ketiga;  Frekuensi dan Gelombang

Berbicara tentang otak kanan, maka kita akan memasuki frekuensi otak kiri. Otak kanan adalah frekuensi FM pada pesawat radio, sedangkan frekuensi AM adalah frekuensi otak kiri. Mengapa demikian? Karena otak kanan memasuki wilayah yang ‘tidak tampak’, sedangkan otak kiri membahas wilayah yang ‘tampak’. Yang dimaksud gelombang di sini adalah sinyal yang dimiliki oleh semua orang untuk menyampaikan sesuatu mengenai dirinya. Ini yang dialami oleh banyak manusia diantara kita, karena gelombangnya tidak sama, maka sulit untuk saling menerima pesan antara manusia yang satu dengan manusia yang lainnya, atau manusia dengan Tuhannya. Hal ini pula banyak dialami oleh tenaga pendidik kita sehingga sulitnya “transfer ilmu” karena antara gelombang pendidik dengan yang dididik tidak sama sehingga komunikasinya tidak lancar. 

Bagian Keempat; Ketidasadaran Manusia

Pernahkah anda sadari bahwa pada hakekatnya anda pun sudah menginap di luar angkasa saat ini menggunanakan hotel canggih bernama planet Bumi, yang bisa melayang di angkasa tanpa ada yang menopang dan tanpa ada yang menggantung. Dilengkapi dengan peralatan khusus sehingga anda tidak perlu menggunakan tabung oksigen dan pakaian yang bisa menahan dingin 1000 derajat celcius di bawah nol atau anti panas di atas 1000 derajat celcius. Dapat disimpulkan bahwa manusia adalah makhluk luar angkasa.

Bagian Kelima; Rahasia Kehebatan Otak Kanan Manusia

Hasil penelitian mutakhir di AS bahwa peran logika dalam membuat orang menjadi sukses hanya 4-6%, sedangkan 94-96% adalah tanggungjawab otak kanan, yang banyak berhubungan dengan inovasi, kreativitas, naluri, intuisi, daya cipta, kejujuran, keuletan, tanggungjawab, kesungguhan, spirit, kedisiplinan, etika, empati dan lain-lain (Media Indonesia: 16/1-06). 

Menurut hasil penilitian ahli neurologi bahwa, manusia lebih banyak menggunakan gelombang yang ada di otak kiri, yaitu Beta dan Delta, yakni gelombang yang berurusan dengan logika, analisa, kognitif Lalu setelah seharian menggunakan gelombang otak yang super sibuk, kemudian memasuki gelombang Delta, yaitu gelombang yang dirasakan pada saat tertidur lelap karena kecapean atau kelelahan. Begitulah rutinitas otak manusia setiap hari sampai berusia senja, kemudian pelan-pelan ingin memasuki gelombang Alpha yang ada di otak kanan, yaitu gelombang yang merasakan ketenangan, rileks, hening, bahagia, dan sebagainya. Tapi mengapa di usia senja baru memasuki gelombang Alpa?

Menurut pakar neurologi Indonesia (dr. Taufiq Pasiak) dikatakan dalam salah satu bukunya tentang Brain Management bahwa; jika manusia hanya menggunakan sebelah bagian otaknya (kiri) maka akan berdampak kepada perilaku manusia tersebut yaitu : 

1. Ketika melihat suatu masalah maka selalu melihat perbedaanya bukan persamaannya, sehingga masalah kecil selalu di permasalahkan.

2. Ketika mendapat suatu informasi selalu berburuk sangka, atau berfikir negatif, tidak mampu berfikir positif, sehingga yang ada di otaknya hanya pikiran negatif. Akibatnya hal-hal negatif pula yang mengundangnya untuk datang.

3. Mudah untuk membenci orang lain dan susah untuk menyayangi orang lain.

Ketika kita menggunakan kedua belah otak secara seimbang, maka orang tersebut dalam melihat suatu masalah maka melihat secara global, sehingga persamaannya yang terlihat lebih dulu. Perbedaan kecilnya tidak begitu dipermasalahkan, dikarenakan mampu melihat persamaannya tumbuh besar. Selalu berbaik sangka, hal-hal yang negatif pun mampu dibuat menjadi positif.

Bagian Keenam; Ilmu Ikhlas (Pintu Masuk Otak Kanan)

Membicarakan tentang ilmu ikhlas, sebagian orang takut dikatakan tidak Ikhlas Karena mereka beranggapan begitu anda mengatakan ikhlas, maka sesungguhnya anda sedang tidak ikhlas. Ikhlas adalah sesuatu yang sakral untuk dibicarakan, lantaran takut dikatakan tidak ikhlas. Lantas bagaimanakah itu ikhlas?

Orang beranggapan bahwa ikhlas itu adalah ketika kita memberi sesuatu kepada orang lain kemudian anda tidak menuntut balasan. Itulah ikhlas! Atau ketika di lampu merah perempatan jalan ada seorang pengemis yang sedang meminta-minta, lalu anda memberinya uang lima ribu rupiah kemudian tidak mengharap apa-apa (tangan kanan memberi, tangan kiri tidak mengetahui), maka itulah ikhlas. Anggapan tersebut tidaklah salah, namun barulah kita memasuki kulit dari ikhlas tersebut. Menurut Erbe Sentanu dalam bukunya berjudul “Quantum Ikhlas” dikatakan bahwa pengertian ikhlas yang sesungguhnya adalah “keterampilan penyerahan diri secara total kepada Tuhan untuk meraih puncak sukses dan kebahagiaan, baik di dunia maupun di akhirat.”

Penutup 

Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa cara mengaktifkan otak kanan ialah anda harus yakin bahwa kita (manusia) adalah mahluk yang sempurna daripada mahluk yang lainnya yang telah diciptakan oleh Allah SWT. Yang kedua, kita harus menyamakan frekuensi kita dan yakin bahwa otak kanan mempunyai kehebatan yang kita belum ketahui. Ketiga, bahwa kita adalah makhluk luar angkasa, sama dengan mahluk yang lain yang tinggal di planet lain selain bumi dalam galaksi bima sakti. Keempat, mengejutkan gelombang otak kanan, langkah ini membutuhkan keyakinan penuh dari anda, bahwa otak kanan masih bisa diaktifkan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa.

Seandainya manusia sejak awal sudah menyadari kecanggihan dan kemampuan kapasitas otaknya, maka sejak awal pula manusia ingin membuktikan kehebatan otaknya. Tapi sayang seribu sayang, bagaimana anak didik kita dapat mengetahui kehebatan dan kecanggihan otaknya, kalau pendidiknya dan orangtuanya sendiri tidak mengetahui kapasitas dan kemampuan otak manusia. Dan inilah yang terjadi di negeri tercinta ini.



Posting Komentar

0 Komentar